Thursday, April 20, 2006

Mengasah Kecerdasan Emosi dan Spiritual

Ada tiga jenis kecerdasan yang kita perlukan untuk meniti sukses, yaitu kecerdasan intelektual (intellectual quotient/IQ), kecerdasan emosi (emotional quotient/EQ), dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ). Kecerdasan yang selama ini banyak diajarkan di sekolah adalah kecerdasan intelektual, yaitu kemampuan berhitung, berbahasa, dan mengenal ruang.
Sementara pelajaran kecerdasan emosi (antara lain kemampuan memahami dan ikut merasakan apa yang dialami diri sendiri atau orang lain) dan kecerdasan spiritual (kemampuan memahami nilai tertinggi makna dan fundamental kehidupan) belum memperoleh porsi yang memadai. Padahal, untuk meraih sukses dalam karier, bermasyarakat, bernegara, bahkan juga untuk bekal kehidupan di alam baka, ketiga kecerdasan itu seharusnya dimiliki oleh setiap insan secara seimbang.

Menyadari pentingnya ketiga kecerdasan tersebut, kami pun berupaya menyeimbangkan kurikulum pelatihan bagi karyawan SWA. Selain terus meningkatkan pelatihan yang terkait dengan skill dan knowledge (IQ), kami juga memasukkan program pelatihan EQ dan SQ ke dalam kurikulum. Untuk pelatihan EQ, kami antara lain pernah menyelenggarakan pelatihan Neuro Linguistic Program dan Work with Triumph bagi seluruh karyawan. Kami juga mengikutkan sejumlah karyawan dalam pelatihan The 7 Habits-nya Stephen Covey yang mengajarkan pola berpikir “menang-menang”. Beberapa psikolog yang mendalami EQ pernah pula kami hadirkan ke kantor SWA untuk menyegarkan “otak kanan” para karyawan.

Seperti halnya pada pelatihan kecerdasan intelektual, pelatihan kecerdasan emosi dan spiritual pun harus dilakukan secara bersinambung. Maka, tahun ini kami akan mengirim 35 karyawan untuk mengikuti pelatihan kecerdasan emosi dan spiritual bersama pakar ESQ Ary Ginanjar Agustian yang pernah kami nobatkan sebagai salah satu The Most Powerful People 2004. Dalam dua gelombang pelatihan ESQ Program Eksekutif 2006, kami sudah mengirim 9 karyawan yang akan dilanjutkan pada program eksekutif berikutnya.

ESQ boleh dibilang merupakan pelatihan terpadat dan terpanjang yang pernah kami ikuti. Pelatihan ini berlangsung empat hari penuh mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00 WIB. Melihat jadwal yang begitu padat, apalagi sebagian berlangsung pada Sabtu dan Minggu, beberapa teman yang mendapat giliran sempat mengeluh. Toh, pada hari pertama pelatihan teman-teman SWA sudah larut dalam kekhuysukan, dengan emosi dan spiritual yang teraduk, karena dibenturkan pada aneka fakta yang full multimedia. “Mulai sekarang kita nggak usah canda-candaan yang berlebihan lagi deh,” bisik seorang teman. Hari-hari pelatihan berikutnya terasa semakin nikmat dan menyejukkan sehingga tak terasa meski dua hari libur terpotong.

Kami tentu berharap agar pelatihan-pelatihan EQ dan SQ tersebut mampu berkontribusi terhadap pembentukan mental dan sikap karyawan SWA ke arah yang lebih baik -- Redaksi.


Source: Majalah Swa (http://www.swa.co.id/swamajalah/)

Your Ad Here

0 Comments:

Post a Comment

<< Home